Desa Wisata Sade

Desa Wisata Sade

Kidnesia.com - Tinggal di rumah beratap alang-alang, menenun kain-kain indah, menarikan tarian tradisional. Itulah kehidupan sehari-hari Suku Sasak di Desa Wisata Sade.

 

Rumah suku sasak

Inilah tempat tinggal Suku Sasak, beratapkan alang-alang.

Mereka meneruskan tradisi nenek moyang. Dusun sade terletak di Desa Rembutan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Desa Sade telah dijadikan sebagai "Desa Wisata". Jaraknya hanya sekitar 30 kilometer dari kota Mataram. Lokasinya mudah dicapai sehingga banyak dikunjungi turis.

Sade pertama kali dikunjungi oleh turis Belanda pada tahun 1975. Konon, Dusun Sade didirikan sekitar tahun 1097. Saat ini, Dusun Sade dihuni 250 kepala keluarga atau sekitar 713 jiwa.

Mata pencaharian utama Suku Sasak di Sade adalah bertani. Selain itu, mereka juga membuat kerajinan tenun secara tradisional.

Tari Petut

Penari cilik menarikan Tari Petut

Saat menanam dimulai pada Bulan November. Bulan April-mei adalah masa panen. Masa Begawi, pada Bulan Juni-Oktober, diisi dengan acara-acara yang bersifat syukuran.

Hasil bumi Sade adalah padi, jagung, kedelai, dan ubi. Makanan sehari-hari suku Sasak adalah dari yang tumbuh di lingkungan mereka.

Contohnya, mereka makan sayur daun kelor dengan lauk ubi. Masyarakat Sade memang terbiasa memanfaatkan setiap hal yang ada di sekitar mereka.

Bahan-bahan yang ada mereka olah agar berguna dan tidak terbuang percuma.

Kesenian

Dusun sade merupakan pusat suku Sasak bagian selatan. Terdiri dari 15 kelompok marga yang dipimpin oleh kepala suku.

Peresean

Ini yang dinamakan Peresean.

Suku Sasak masih meneruskan tradisi. Kesenian-kesenian tradisional sering dipentaskan pada acara pernikahan, khitanan, peringatan 17 Agustus, maupun untuk menyambut tamu.

Beberapa tarian tradisional yang sering dipentaskan, di antaranya; Tari Gendang Belek. Tarian ini ditarikan oleh dua penari dewasa yang masing-masing memukul gendang besar.

Tari Petut adalah tarian dua orang anak laki-laki untuk menghibur anak yang akan disunat.

Peresean adalah atraksi tarung antara dua pria dewasa yang menggunakan tongkat rotan. Biasanya dipentaskan di acara 17 Agustus.

Jika berkunjung ke Lombok, jangan lupa datang ke Desa Wisata Sade. Beragam seni budaya bisa kita lihat di sana. 

Teks: Oliviaks, Foto: Ricky Martin

Author

kidnesia

Tags

Related Article