Kolam Babi Rusa di Suaka Margasatwa Nantu Gorontalo

Kolam Babi Rusa itu Dikenal di Seluruh Dunia

Kidnesia.com - Bagi ilmuwan biologi, sebuah kolam kecil di tengah hutan Suaka Margasatwa Nantu di Provinsi Gorontalo, Sulawesi ini sangat istimewa. 

Kubangan Babi

Sebuah kubangan babi rusa di tengah hutan Suaka Margasatwa Nantu, sangat berharga bagi dunia ilmu pengetahuan. Lokasi kubangan tersebut dikenal dengan sebutan kolam Adudu.

Luas kolam ini hanya sekitar 40 meter x 60 meter. Terletak di tempat terbuka, di antara  rimbunnya pepohonan besar. Di tengahnya terdapat sumber air panas.

Setiap pagi dan sore, sekawanan babi rusa (Babyrousa babirussa) mengunjungi kolam ini untuk menjilati tanah dan meminum air kolam yang asin.

 

babi rusa
Kolam Adudu menjadi tempat kumpul kawanan babi rusa.

Menetralisir Racun

Menurut Lynn Marion Clayton, seorang peneliti babi rusa asal Inggris, perilaku yang dilakukan babi rusa ini adalah untuk menetralisir racun setelah babi rusa makan buah pangi atau kluwak.

Di hutan Sulawesi lainnya, babi rusa menetralisir racun yang masuk tubuhnya dengan minum air di sumber air panas.

Tetapi di hutan Nantu, babi rusa menetralisir racun dengan minum air kolam Adudu yang asin karena mengandung mineral tinggi.

Kubangan Lain

Dulu, selain kolam Adudu, di hutan Nantu terdapat tiga kubangan lain, yaitu Nooti, Moliulo, dan Abati. Sayang sekali, ketiga kolam air asin tersebut rusak dan hilang akibat perambahan hutan.

Sekarang, kolam Adudu merupakan satu-satunya kubangan air asin yang tersisa di kawasan hutan Nantu. Karena begitu berharganya kolam ini sebagai laboratorium ilmiah, maka nama kolam Adudu pun terkenal di kalangan ilmuwan dunia sebagai tempat penelitian babi rusa.

 

tengkorak babi rusa
Relawan pecinta lingkungan menemukan tengkorak babi rusa akibat
perburuan liar di Suaka Margasatwa Nantu.

 

Endemik

Babi rusa adalah salah satu hewan endemik Sulawesi. Bentuk kepala pejantan berbeda dengan babi hutan. Pejantan dewasa memiliki empat taring. Dua taring tumbuh dari rahang bawah. Dua taring tumbuh di atas moncong dan melengkung sampai di depan mata.

Suaka Margasatwa Nantu

Hutan di kawasan Suaka Margasatwa Nantu merupakan sisa hutan primer yang sangat berharga. Kawasan ini masuk dalam zona peralihan garis Wallacea, sehingga di sini bisa ditemukan satwa-satwa percampuran antara fauna Asia dan Austrolasia khas Sulawesi. Di antaranya, babi rusa (Babyrousa babirussa), anoa (Buballus depressicornis), tarsius (Tarsius spectrum), monyet sulawesi (Macaca heckii).

Hutan Nantu juga menjadi rumah bagi  90 jenis burung, dimana 35 jenis di antaranya khas Sulawesi, seperti burung rangkong.

Hal yang menarik lagi, di hutan Nantu juga masih terdapat pohon-pohon raksasa. Seperti, pohon Rao (Dracontomelon dao) dan pohon Nantu yang sudah berumur ratusan tahun.

Menurut para ilmuwan, hutan Nantu merupakan salah satu dari lima hutan terbaik untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara. Selain menjadi laboratorium alami, hutan Nantu juga menjadi daerah tangkapan air yang sangat penting.

 

pohon raksasa
Banyak pohon raksasa ditemukan di hutan Nantu.

 

Sayang sekali, hutan di kawasan Nantu kini terancam rusak karena penebangan hutan dan penambangan emas tradisonal. Sedangkan pemerintah sendiri tidak mampu menjaganya, karena suaka marga satwa yang luasnya 31.215 hektar ini, ternyata hanya dijaga oleh dua petugas kehutanan.

Sumber foto: mongobay.co.id,  nantuforest.org, wallacea.org

Author

Sigit Wahyu

Tags

Related Article