Siapakah Raja Salman?

Raja Salman tiba di Indonesia.

Kidnesia.com – Kunjungan Raja Salman bin Abdulazis al-Saud ke Indonesia mendapat sambutan hangat dan meriah oleh bangsa Indonesia. Tetapi tahukah kamu, siapa sebenarnya Raja Salman itu?

Raja Arab Saudi

Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Raja negara Arab Saudi yang ketujuh. Raja di Arab Saudi berbeda dengan Raja di Indonesia yang merupakan simbol adat. Raja di Arab Saudi adalah kepala negara, kepala pemerintahan, perdana menteri, sekaligus pemimpin wangsa Saud.

Anak sekolah di Bogor menyambut gembira kedatangan Raja Salman. Foto: arabnews.com
Anak sekolah di Bogor menyambut gembira kedatangan Raja Salman.
Foto: arabnews.com

Tujuh Raja Arab Saudi

Siapa saja Raja yang pernah menjadi raja di negara Arab Saudi?

Raja Arab Saudi yang pertama adalah Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud. Ia memerintah pada 1932 hingga 1953.

Raja Arab Saudi kedua adalah Saud ibn ’Abd al ’Aziz Al Su’ud. Ia memerintah 1953 hingga 1964.

Raja Arab Saudi ketiga adalah Faisal bin 'Abdul 'Aziz bin 'Abdurrahman as-Saud. Ia memerintah 1964 hinga 1975.

Raja Arab Saudi keempat adalah Khalid bin 'Abd al 'Aziz Al Su'ud. Ia memerintah 1975 hingga 1972.

Raja Arab Saudi kelima adalah Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud. Ia memerintah 1982 hingga 2005.

Raja Arab Saudi keenam adalah Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Ia memerintah 2005 hingga 2015.

Raja Arab Saudi ketujuh adalah Salman bin Abdulazis al-Saud, yang memerintah sejak 2015.

Raja Salman dan Presiden Joko Widodo. Foto: arabnews.com
Raja Salman dan Presiden Joko Widodo. Foto: arabnews.com

Berdasarkan Kemampuan

Konon, pemilihan Raja di Arab Saudi tidak berdasarkan keturunan, melainkan berdasarkan kemampuan. Namun pada kenyataannya, semua raja yang pernah bertahta masih keturunan keluarga kerajaan.

Gelar

Gelar merupakan nama penghormatan. Zaman dahulu, raja-raja di Nusantara, juga memiliki gelar. Misalnya, Raja Kesultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Bawono X, memiliki gelar Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senopati Ing Ngalogo Langgeng ing Bawono Langgeng, Langgeng ing Tata Panatagama.

Raja Arab Saudi juga memiliki gelar. Kalau dulu bergelar Yang Mulia, sejak tahun 1986 gelar tersebut diubah menjadi Khadim al-Haramain asy-Syarifain atau Penjaga Dua Kota Suci. Gelar tersebut menjadi tanda bahwa Raja Arab Saudi adalah penguasa atas Masjid Al-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Putra Mahkota

Soal Putra Mahkota di Arab Saudi juga berbeda dengan Putra Mahkota dalam sejarah kerajaan di Indonesia. Kalau di Indonesia, Putra Mahkota adalah calon Raja. Sedangkan di Arab Saudi, Putra Mahkota adalah jabatan kedua setelah Raja. Putra Mahkota, sehari-hari menjalankan tugas sebagai deputi Perdana Menteri.

Saat mulai bertahta sebagai raja, Raja Salman bin Abdulazis al-Saud mengangkat Putra Mahkota bernama Muqrin bin Abdulaziz.  Namun pada 29 April 2015, Muqrin bin Abdulaziz  mengundurkan diri, dan Raja Salman bin Abdulazis al-Saud mengangkat  keponakannya Pangeran Muhammad bin Nayef.

Pada 10 Juni 1970 Raja Faisal datang ke Indonesia dan diterima oleh Soeharto. Foto: soeharto.co
Pada 10 Juni 1970 Raja Faisal datang ke Indonesia dan diterima
oleh Soeharto. Foto: soeharto.co

FAKTA DALAM ANGKA

  • 31 Desember 1935 adalah tanggal kelahiran Raja Salman.
  • 18 Juni 2012, Salman diangkat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi.
  • 23 Januari 2015, Salman diangkat sebagai Raja Arab Saudi.
  • 1 sampai 9 Maret 2017, Raja Salman berkunjung ke Indonesia.
  • 25 pangeran menemani Raja Salman dalam kunjungan ke Indonesia.
  • 1.500 orang adalah jumlah rombongan Raja Salman ke Indonesia.
  • 10 perjanjian bilateral ditandatangi antara Raja Salman dan Presiden Joko Widodo.

 

Author

Sigit Wahyu

Tags

Related Article