Kertas Permen Titah

Kertas Permen Titah

Ada satu kantong permen di meja rumah Titah. Ah, tetapi sebentar saja kantong itu sudah kosong. Ya, semua penghuni di rumah Titah suka permen. Titah sendiri paling suka permen yang rasa coklat dan tengahnya ada kacang.     

permen2
ilustrasi : clipart
       "Jangan lupa mengumpulkan pembungkus permen itu!" kata paman Titah.

       "Untuk apa, Paman?" tanya Titah.

       "Aku akan memberitahumu kalau kamu sudah berhasil mengumpulkannya," sahut

Paman.

       Maka Titah pun keluar rumah dan mulai mencari pembungkus-pembungkus permen itu. Sebentar saja saku Titah sudah penuh dengan kertas-kertas pembungkus itu.

       "Aku sudah mendapatkannya banyak, Paman!" ujar Titah sambil menepuk-nepuk

sakunya. Ssk, ssk, ssk, demikian bunyi kertas kaca pembungkus permen di saku Titah.

       "Begini," Paman mulai menerangkan, "licinkanlah pembungkus itu satu persatu. Buatlah kertas itu betul-betul menjadi halus dan rata. Nah, kalau kertas itu sudah halus, kamu bisa menjadikannya seperti jendela kaca kecil yang penuh warna. Peganglah dan pasanglah kertas itu di depan matamu. Nah, apa yang kamu lihat?"

       Wah, paman Titah benar, Iho! Kertas-kertas permen itu seperti jendela saja! Jendela yang berwarna! Ada merah, ada hijau, ada kuning, ada biru.

       Melihat kebun dengan kertas yang berwarna hijau, jadi aneh rasanya. Kebun itu seperti kebun di bawah laut saja. Bagaimana dengan kertas yang berwarna merah? Lewat kertas merah, segala yang terlihat terasa hangat dan bercahaya. Dengan kertas biru, pagi yang cerah bisa seperti malam terang bulan.

       Titah ternyata paling suka kertas kuning. Terutama kalau hari sedang tidak menyenangkan. Ketika suasana agak membosankan. Nah, kertas kuning ini mengubah hari yang muram itu menjadi hari yang penuh dengan sinar keemasan! Indah, bukan? (I)

Sumber : Majalah Bobo

Author

Reni Yaniar Kidnesia

Tags

Related Article