Ilmu Pengetahuan Umum

Energi Angin

Energi Angin

Kidnesia.com - Sumber energi tenaga angin sudah lama digunakan manusia. Untuk mengumpulkan energi angin ini digunakan kincir angin. Metode kincir angin sudah lama dilakukan oleh manusia.  Di Persia, kincir angin sudah dibuat sejak ribuan tahun yang lalu untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung. Di Belanda, kincir angin digunakan untuk menggerakkan air. Belanda bahkan sangat terkenal dengan kincir anginnya sampai-sampai disebut dengan Negeri Kincir Angin. Ssstt...kincir angin juga bisa untuk mainan, lo!

Energi Terbarukan

Kincir angin juga bisa menjadi mainan anak-anak. Sumber foto: ayahbunda.co.id.

Kincir angin juga bisa menjadi mainan anak-anak. Sumber foto: ayahbunda.co.id.

Angin merupakan energi yang dapat terbarukan kembali. Pada dasarnya angin terjadi kalau ada perbedaan suhu.  Angin bergerak dari suhu panas ke suhu dingin. Angin panas dari khatulistiwa bergerak ke arah kutub. Ada juga angin laut, angin darat, angin gunung, dan angin lembah. Angin bahkan juga ada di ketinggian awan. Enggak percaya? Silakan tanya kepada para pilot pesawat terbang.

Angin ada di seluruh permukaan bumi. Selama bumi berputar, angin akan selalu ada. Jumlahnya juga sangat melimpah dan tidak akan habis. Sumber energi ini lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan limbah yang mengotori lingkungan. Kalau dimanfaatkan sebagai sumber tenaga, bisa menghemat energi fosil yang diperkirakan akan habis 11 tahun lagi.

Kincir angin di Belanda. Sumber foto: ceritaputrima.blogspot.com

Kincir angin di Belanda. Sumber foto: ceritaputrima.blogspot.com

Tantangan Baru

Energi ini memang selalu ada, tapi besarnya tidak selalu tetap. Kadang-kadang angin bertiup, kadang-kadang tidak ada angin yang bertiup sama sekali. Energi yang dihasilkan jumlahnya tidak sama pada tiap waktunya. Energi harus langsung dimanfaatkan atau disimpan di dalam baterai khusus. Ini adalah tantangan baru yang harus dihadapi kalau mau menggunakan energi angin. Karena itu, energi angin belum banyak yang memanfaatkan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bahkan sampai membuat kompetisi kepada kakak-kakak mahasiswa untuk memanfaatkan tenaga angin dengan membuat kincir angin. Ada 30 finalis yang berhasil masuk babak final di kompetisi ini. Kira-kira apa yang akan mereka buat, ya?

Sumber: web.ipb.ac.id, elearning.gunadarma.ac.id, greenpeace.org, dikti.go.id

Author

kidnesia

Tags

Related Article