Ilmu Pengetahuan Umum

Bagaimana Mengatasi Banjir?

Banjir merendam rumah-rumah yang dibangun di daerah cekungan.

Kidnesia.com – Akhir-akhir ini, kita sering mendengar berita banjir. Salah satu hal yang menyebabkan banjir adalah karena air sungai meluap. Coba kita lihat, banjir di Bandung disebabkan oleh meluapnya sungai Cibarani dan Cikalintu. Banjir di Garut disebakan meluapnya sungai Cimanuk. Banjir di Bojonegoro disebakan oleh meluapnya sungai Bengawan Solo. Banjir di Nagari Cubadak (Sumatera  Barat) disebkan oleh meluapnya sungai Pasaman, dan lainnya.

Membuang sampah sembarangan mengakibatkan banjir dan pencemaran sungai.
Membuang sampah sembarangan mengakibatkan
banjir dan pencemaran sungai.

Mengalir ke Bawah

Sebetulnya banjir merupakan peristiwa alam biasa, dimana air mengalir dengan cepat ke bawah karena pengaruh gravitasi. Dalam perjalanannya ke permukaan yang lebih rendah, banjir melarutkan permukaan tanah, mengangkut berbagai material dan bebatuan ke daerah yang lebih rendah. Karena banjir, lembah-lembah dan cekungan terisi sedimen tanah dan akhirnya bisa menjadi lahan pertanian. Dengan adanya banjir terciptalah permukaan-permukaan tanah yang datar dan subur. Bayangkan seandainya tidak ada banjir, permukaan Bumi kita tentu masih banyak berupa lembah dan jurang-jurang yang menganga.    

Pembabatan hutan akan mengakibatkan banjir.
Pembabatan hutan akan mengakibatkan banjir.

Banjir Menjadi Bencana

Banjir merupakan anugerah karena membuat tanah menjadi rata dan subur untuk ditanami. Namun akhir-akhir ini banjir disebut bencana banjir karena banjir yang terjadi merusak tanaman dan  harta benda, merendam rumah-rumah penduduk dan mengganggu aktivitas warga.  

Padahal kalau manusia mau jujur dan mau introspeksi, sebetulnya yang salah adalah manusianya sendiri. Coba kita tengok, bukankah rumah-rumah penduduk yang kebanjiran itu sebetulnya dibangun di daerah yang rawan banjir? Daerah rawan banjir adalah daerah di dekat sungai yang biasa menjadi luapan sungai ketika banjir. Daerah luapan sungai seharusnya tidak digunakan untuk pemukiman karena sangat berbahaya.

Bagaimana Mengatasi Banjir?

Ayo menanam pohon agar air hujan bisa terserap ke dalam tanah.
Ayo menanam pohon agar air hujan bisa terserap ke dalam tanah.

Banjir akan terjadi ketika air hujan tidak lagi terserap dengan cepat ke tanah sehingga masuk ke sungai. Supaya air hujan tertahan dan terserap ke dalam tanah, hutan di daerah pegunungan harus dijaga kelestariannya. Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan?

  1. Pohon-pohon tidak boleh ditebangi.
  2. Hutan yang telah diubah menjadi tanah pertanian harus dikembalikan. Hutan yang diubah menjadi pemukiman juga harus dikembalikan seperti semula.
  3. Kalau hutan di pegunungan sudah terlanjur gundul, kita harus segera melakukan reboisasi atau penghijauan kembali dengan menanam pepohonan. Kalau tidak segera dilakukan, banjir akan datang menjadi bencana.
  4. Selain mengembalikan pegunungan sebagai hutan dan daerah resapan, kita bisa mengatasi banjir dengan mengatur debit air. Debit air adalah jumlah volume air yang mengalir dalam waktu tertentu. Untuk mengatur debit air sungai pada waktu banjir, kita bisa membangun dam, waduk, embung, dan pintu air.
  5. Dam dibangun untuk mengurangi kecepatan laju banjir, sekaligus untuk mengurangi sedimentasi. Waduk dan embung dibangun untuk menampung limpahan air yang berlebih untuk disimpan dan dilepaskan secara perlahan-lahan. Sedangkan pintu air digunakan untuk membagi air ke sungai yang lain.
  6. Usaha menambang pasir dan batu merupakan salah satu cara yang bagus untuk mengurangi sedimentasi sungai.
  7. Jangan membuang sampah sembarangan karena sampah yang dibuang sembarangan akan masuk sungai dan mencemari sungai.
  8. Tidak membangun rumah di dekat sungai atau di daerah rawan banjir karena akan menyusahkan diri sendiri.

Sumber foto: act.id, sindonews.com

Author

Sigit Wahyu

Tags

Related Article